Karena kita sebagai seorang manusia yang setiap hari melakukan dosa
dan maksiat hingga dosa-dosa kecil yang tanpa kita sadari telah menumpuk dan
adakalanya kita perlu untuk bertaubat kepada Allah Azza Wajalla ,Namun perlu kita ketahui bahwa ada beberapa kiat-kiat yang dapat menyelamatkan seorang manusia dari
maksiat.
1.
MENDALAMI ILMU AGAMA, TERUTAMA ILMU TAUHID
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ
“Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya,
hanyalah orang-orang yang berilmu.” [Faathir: 28]
Maka dengan ilmu tauhidlah membuat seseorang menjadi takut untuk
bermaksiat karena telah mengenal Allah Azza Wajalla,sangat diperlukan dan
diwajibkan bagi seseorang mengenal ilmu tauhid terlebih dahulu dibandingkan
ilmu-ilmu yang lainya,karena ilmu tauhid ibarat raja yang memimpin para
pasukan.
Sahabat yang Mulia Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu berkata,
لَيْسَ الْعِلْمُ بِكَثْرَةِ الرِّوَايَةِ، إِنَّمَا الْعِلْمُ خَشْيَةُ
اللَّهِ
“Bukanlah ilmu dengan banyaknya riwayat, hanyalah ilmu itu rasa
takut kepada Allah.” [Jaami’ul ‘Uluumi wal Hikam: 1401]
Al-Hafizh Ibnu Rajab Al-Hambali rahimahullah berkata,
فمن كان بالله وبأسمائه وصفاته وأفعاله وأحكامه أعلم كان له أخشى وأتقى،
إنما تنقص الخشية والتقوى بحسب نقص المعرفة بالله
"Maka siapa yang lebih berilmu tentang Allah,
nama-nama-Nya, sifat-sifat-Nya, perbuatan-perbuatan-Nya dan hukum-hukum-Nya,
niscaya ia lebih takut dan lebih takwa kepadaNya. Hanyalah berkurang takut dan
takwa sesuai dengan kurangnya pengenalan terhadap Allah." [Fathul
Baari libni Rajab, 1/82]
Karena dengan ilmu, seorang hamba mengenal keagungan dan kebesaran
Allah tabaraka wa ta’ala, sehingga memunculkan rasa takut kepada-Nya, semakin
dalam ilmunya tentang Allah maka semakin kuat pula rasa takutnya kepada Allah
‘azza wa jalla.
Dan rasa takut kepada-Nya adalah sebesar-besarnya penghalang di
dalam diri seorang hamba untuk berbuat maksiat.Oleh karena itu Rasulullah shallallahu’alaihi
wa sallam adalah orang yang paling takut kepada Allah karena beliau yang
paling berilmu tentang Allah ‘azza wa jalla dan agama-Nya.
Para ulama lebih takut kepada Allah karena mereka lebih berilmu
tentang Allah ‘azza wa jalla, nama-nama-Nya, sifat-sifat-Nya dan
hukum-hukum-Nya.Karena dengan ilmu, keimanan seorang hamba kepada Allah ta’ala
semakin kokoh dan tidak mudah terombang-ambing oleh derasnya syubhat dan
syahwat.Karena dengan ilmu, seorang hamba memahami kiat-kiat yang dapat
membantunya untuk menghindari maksiat.Karena dengan ilmu, seorang hamba yang
terjerumus dalam dosa mengerti bagaimana cara menyelamatkan diri darinya. Karena
dengan ilmu, seorang hamba mengetahui dahsyatnya siksa Allah ‘azza wa jalla
untuk orang-orang yang durhaka dan luasnya rahmat Allah untuk orang-orang yang
bertakwa.Karena dengan ilmu, seorang hamba mengetahui berbagai bahaya maksiat,
yang pasti akan menghalangi orang yang berakal untuk bermaksiat.
Al-Khalifah Ar-Rasyid Ali bin Abi Thalib radhiyallahu’anhu berkata,
الْعِلْمُ خَيْرٌ مِنَ الْمَالِ، الْعِلْمُ يَحْرُسُكَ، وَأَنْتَ تَحْرُسُ
الْمَالَ، الْعِلْمُ يَزْكُو عَلَى الْعَمَلِ، وَالْمَالُ تُنْقِصُهُ النَّفَقَةُ
“Ilmu lebih baik dari harta, ilmu menjagamu, sedang harta
engkaulah yang menjaganya, ilmu bertambah jika diamalkan, sedang harta
berkurang jika dibelanjakan.” [Al-Hilyah, 1/80]
Begitu agungnya ilmu hingga lebih mahal harganya dibandingkan
dengan harta yang berlimpah seperti yang telah dijelaskan pada hadits diatas,ilmulah
yang dapat menyelamatkan kita dari pengaruh dosa dan maksiat,dan karena ilmulah
kita menjadi tahu betapa bahayanya pengaruh maksiat dalam diri kita,hingga
terkadang ketika seseorang telah mendapatkan ilmu baru menjadi sebab lupa
tentang ilmunya dikarenakan maksiat tersebut.
2.
KIAT SELAMAT DARI MAKSIAT
BERIBADAH DENGAN IKHLAS DAN MENGIKUTI SUNNAH
Ikhlas, beribadah hanya kepada Allah 'azza wa jalla dengan niat
hanya karena Allah semata, serta menjauhi perusak ikhlas, yaitu syirik besar
dan syirik kecil seperti riya' dan sum'ah, adalah sebab utama hamba mendapatkan
pertolongan Allah 'azza wa jalla dari gangguan dan godaan setan.
Allah 'azza wa jalla berfirman,
قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ، لَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ
الْمُخْلَصِينَ
"Iblis menjawab: Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan
mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang ikhlas di antara mereka."
[Shad: 82-83]
Inilah sebab utama Allah 'azza wa jalla menjaga pemuda Yusuf
'alaihissalam dari jebakan fitnah wanita yang sangat dahsyat.
Allah tabaroka wa ta’ala berfirman,
كَذَلِكَ لِنَصْرِفَ عَنْهُ السُّوءَ وَالْفَحْشَاءَ إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا
الْمُخْلَصِينَ
“Demikianlah, agar Kami memalingkan kemungkaran dan kekejian
dari Yusuf. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang ikhlas.”
[Yusuf: 24]
Asy-Syaikh Al-Mufassir As-Sa’di rahimahullah berkata,
أي: بسبب إخلاصه صرفنا عنه السوء، وكذلك كل مخلص، كما يدل عليه عموم التعليل.
“Maknanya: Dengan sebab keikhlasan Yusuf maka Kami palingkan
kejelekan darinya. Demikian pula untuk setiap orang yang ikhlas akan
dipalingkan dari kejelekan, sebagaimana ditunjukkan oleh keumuman sebab dalam
ayat ini (yaitu ikhlas).” [Tafsir As-Sa’di, hal. 202-203]
Asy-Syaikh Al-Mufassir As-Sa’di rahimahullah juga berkata,
فلما أخلص عمله لله أخلصه الله، وخلصه من السوء والفحشاء.
“Maka tatkala beliau mengikhlaskan amalnya karena Allah, Allah
pun mengikhlaskannya dan menyelamatkannya dari kejelekan dan kekejian.” [Tafsir
As-Sa’di, hal. 407]
Dan meneladani sunnah Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam dalam
beribadah adalah sebab seorang hamba mendapatkan hidayah, kasih sayang dan
cinta Allah subhanahu wa ta'ala, maka dengan itulah ia selamat dari perbuatan maksiat.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,
فَمَنْ مَالَتْ نَفْسُهُ إلَى مُحَرَّمٍ فَلْيَأْتِ بِعِبَادَةِ اللَّهِ
كَمَا أَمَرَ اللَّهُ مُخْلِصًا لَهُ الدِّينَ فَإِنَّ ذَلِكَ يَصْرِفُ عَنْهُ السُّوءَ
وَالْفَحْشَاءَ
"Siapa yang nafsunya telah cenderung kepada yang haram,
maka hendaklah ia segera beribadah kepada Allah ta'ala dengan cara yang sesuai
petunjuk-Nya serta mengikhlaskan seluruh ibadah hanya kepada-Nya, karena
sungguh itu akan memalingkan keburukan dan kekejian darinya." [Majmu'
Al-Fatawa, 10/636]
Insya Allah dengan dua kiat-kiat diatas menjadikan sebab kita dapat
menjauhi maksiat dan dengannya kita dapat terhindar dari dosa besar dan dosa
kecil,jangan lupa untuk selalu memeohon pertolongan kepada Allah dengan
senantiasa berdoa memohon petunjuk agar diberikan jalan hidayah yang lurus,dan
memohon kefahaman ilmu untuk mengenal lebih jauh tentang Rabb kita,dan memohon
pertolongan kepada Allah agar selalu
diberi rasa Ikhlas dalam beribadah KepadaNya.
Sumber:
1.
https://www.instagram.com/p/CCfg8j6BEmF/
2.
https://www.instagram.com/p/CCXDYK9hazw/

Komentar
Posting Komentar