Pembelajaran Bahasa Arab Problematika dan solusinya
Pengajaran bahasa Arab di Indonesia
sering kali menghadapi problem linguistik dan nonlinguistic yang harus segera
dituntaskan. Problem linguistik, seperti fonetik, morfologi, dan
struktur,sedangkan problem non-linguistik, antara lain, motivasi belajar,
sarana belajar, metode pengajaran,waktu belajar, dan lingkungan pembelajaran.
Problem kebahasaan adalah persoalan-persoalan yang dihadapi siswa atau
pembelajar (pengajar) yang terkait langsung dengan bahasa.
Problem kebahasaan dapat diidentiikasi,
antara lain, sebagai berikut:
1. Problem Ashwât ʻArabiyyah
Problem ashwât adalah persoalan terkait
dengan sistem bunyi atau fonologi.
2. Problem Kosakata (Mufradât)
Bahasa Arab adalah bahasa yang pola pembentukan
katanya sangat beragam dan Fleksibel,
baik melalui cara derivasi (tashrîf isytiqâqî) maupun dengan cara infleksi (tashrîf iʻrâbî). Melalui dua cara pembentukan kata ini,
bahasa Arab menjadi sangat kaya dengan kosakata (mufradât). Dalam konteks pengajaran bahasa, ada realita lain yang terkait
dengan kosakata yang perlu diperhatikan,yaitu banyaknya kata dan istilah Arab yang
telah diserap ke dalam kosakatabahasa Indonesia atau bahasa daerah. Pada satu
sisi, kondisi tersebut memberi banyak keuntungan,maupun kerugianya ada beberapa
kerugian diantaranya:
a.
Penggeseran
arti kata serapan
Contohnya,ungkapan
“ ما شاء لله ˮ.Dalam bahasa Arab, “mâ
syâʼAllâhˮdigunakan untuk menunjukkan rasa takjub tetapi dalam bahasa
Indonesia, maknanya berubah untuk menunjukkan hal-hal yang bernuansa negatif
atau keluhan,seperti ungkapan ”Masya-Allah...anak ini kok bandel amat!”
b.
Perubahan
lafal dari bunyi bahasa Arabnya Contohnya, kata “berkatˮ yang berasal dari kata
بركة (barakah) dan kata
“kabarˮ yang berasal dari kata(khabar).
c.
Perubahan
arti tetapi lafalnya tidak berubah Misalnya, kata “kalimat berasal dari kata كلمة (kalimah/t). Dalam bahasa Arab, kalimah/t berarti “kata” tetapi
dalam bahasa Indonesia, ia berubah artinya menjadi “susunan kata yang lengkap
maknanya”.
Problem
Qawâʻid dan Iʻrâb
Tata
bahasa Arab atau qawâʻid, baikterkait pembentukan kata (sharfiyyah)maupun susunan kalimat (nahwiyyah),sering kali dianggap
kendala besar bagi pelajar bahasa Arab.
Problem
Tarâkîb (Struktur Kalimat)
Masalah
ini dapat diatasi dengan memberikan pola kalimat ismiyyah dan fiʻliyah yang frekuensinya tinggi, dengan keragaman bentuk dan
modelnya,lalu melatihkannya dengan pola pengembangan yang beragam.
Kunci
Pembelajaran Bahasa Asing
Ada tiga kata kunci yang perlu dipaham
1 Pendekatan (Madkhal/Approach)
Pendekatan berbentuk asumsi-asumsi dan konsep tentang bahasa pembelajaran bahasa,dan pengajaran bahasa.
2 Metode (Tharîqah/Method)
Kata “metodeˮdalam Metode(cara) mengacu pada penekanan dari suatu keterampilan.
3 Teknik (Uslûb Ijrâ’i/Technique)
Perbedaan antara metode-metode dapat dengan mudah diamati dari teknik-tekniknya. suatu teknik adalah apa yang benar-benar berlangsung dalam kelas pembelajaran bahasa, atau sebuah strategi khusus yang digunakan untuk mencapai sasaran.
Landasan Teoretis Metode
Ada kategorisasi tentang metode ,yaitu metode tradisional dan metode modern.
Pengajaran Struktur yang Baik
Pertu diingat bahwa qawâʻid (tata bahasa),
termasuk struktur atau tarâkîb,bukanlah tujuan pengajaran bahasa,melainkan
sarana untuk mencapai tujuan.Karena itu, penting untuk diperhatikan bahwa
pengajaran struktur di bawahpayung all in one system dilakukan secaraimplisit
saja karena tujuannya adalah untukmendukung kemahiran berbahasa.
Kesimpulan
Banyak faktor yang menyebabkan mengapa problem pembelajaran bahasa arab diindonesia belum memadai diantaran metode,lingkungan,dan suasana serta saran dan prasarana yang kurang memadai.Solusi dalam prolem pembelajaran bahasa arab adalah memperbaiki sikap siswa dengan memberi motivasi dan menghilangkan image bahasa arab yang sulit, melaksanakan kurikulum, menggunakan metode yang baik, memperhatikan peran guru terhadap murid serta menyediakan media yang memadai.
Untuk mengatasi problematika tersebut, hal yang harus dilakukan adalah pembenahan kompetensi dan profesionalisme guru mulai dari pendidikan paling rendah hingga tingkat tinggi.

Komentar
Posting Komentar